<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title># Anata Dinar #</title>
	<atom:link href="http://anatadinar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anatadinar.wordpress.com</link>
	<description>TeRsEnYumLaH.... Bahwa Semua Tidak Seindah Dunia Angan Mu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2009 13:55:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='anatadinar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title># Anata Dinar #</title>
		<link>http://anatadinar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://anatadinar.wordpress.com/osd.xml" title="# Anata Dinar #" />
	<atom:link rel='hub' href='http://anatadinar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kota Pekan Baru&#8230;</title>
		<link>http://anatadinar.wordpress.com/2009/06/05/pekan-baru/</link>
		<comments>http://anatadinar.wordpress.com/2009/06/05/pekan-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 13:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gw_ende</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anatadinar.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[*&#8230;.SEJARAH&#8230; Pada zaman dahulu Pekanbaru lebih dikenal dengan nama senapelan yang pada saat itu dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut batin. Pada mulanya daerah ini adalah ladang namun lambat laun daerah ini mulai berubah menjadi daerah perkampungan. Kemudian perkampungan senapelan pindah ke daerah yang baru yaitu dusun payung sekaki yang terletak di muara sungai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=47&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#000000;">*&#8230;.<strong>SEJARAH</strong>&#8230;</span></h2>
<p>Pada zaman dahulu Pekanbaru lebih dikenal dengan nama <a title="Senapelan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senapelan&amp;action=edit&amp;redlink=1">senapelan</a> yang pada saat itu dipimpin oleh seorang kepala suku yang disebut <a title="Batin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batin">batin</a>. Pada mulanya daerah ini adalah <a title="Ladang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ladang&amp;action=edit&amp;redlink=1">ladang</a> namun lambat laun daerah ini mulai berubah menjadi daerah perkampungan. Kemudian perkampungan senapelan pindah ke daerah yang baru yaitu <a title="Dusun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dusun">dusun</a> payung sekaki yang terletak di muara <a title="Sungai siak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sungai_siak&amp;action=edit&amp;redlink=1">sungai siak</a>. Namun nama <a title="Payung sekaki (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Payung_sekaki&amp;action=edit&amp;redlink=1">payung sekaki</a> tidak dikenal pada masanya dan tetap disebut sebagai senapelan. Kemudian <a title="Sultan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan">sultan</a> <a title="Siak sri indrapura (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siak_sri_indrapura&amp;action=edit&amp;redlink=1">siak sri indrapura</a> yaitu <a title="Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abdul_Jalil_Alamudin_Syah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah</a> mendirikan istananya di kampung bukit berdekatan dengan perkampungan senapelan. Kemudian sang sultan pun memiliki inisiatif untuk mendirikan sebuah pekan di senapelan tetapi tidak berkembang. Usaha yang telah dirintis sang sultan pun dilanjutkan oleh putranya yaitu <a title="Raja Muda Muhammad Ali (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Raja_Muda_Muhammad_Ali&amp;action=edit&amp;redlink=1">Raja Muda Muhammad Ali</a> di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang. Selanjutnya pada tanggal <a title="23 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/23_Juni">23 Juni</a> <a title="1784" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1784">1784</a> berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (<a title="Pesisir (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pesisir&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pesisir</a>, <a title="Lima Puluh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lima_Puluh">Lima Puluh</a>, <a title="Tanah Datar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah_Datar">Tanah Datar</a>, dan <a title="Kampar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampar">Kampar</a>) nama senapelan diganti menjadi Pekan Baharu. Dan pada saat ini tanggal 23 Juni diperingati sebagai hari kelahiran kota Pekanbaru. Setelah terjadi pergantian nama terhadap kota ini nama senapelan mulai ditinggalkan dan mulai diganti dengan nama Pekan Baharu atau Pekanbaru dalam penyebutan sehari-hari. Berdasarkan SK Kerajaan Besluit van Her Inlanche Zelf Destuur van Siak No.1 tanggal <a title="19 Oktober" href="http://id.wikipedia.org/wiki/19_Oktober">19 Oktober</a> <a title="1919" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1919">1919</a>, Pekanbaru menjadi bagian dari <a title="Kerajaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan">kerajaan</a> <a title="Siak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siak">siak</a> dengan sebutan <a title="Distrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Distrik">distrik</a>. Dan pada tahun <a title="1931" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1931">1931</a> Pekanbaru dimasukkan ke dalam wilayah <a title="Kampar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kampar">Kampar</a> kiri yang dikepalai oleh seorang Controleur. Dan setelah pendudukan <a title="Jepang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> pada tanggal <a title="8 Maret" href="http://id.wikipedia.org/wiki/8_Maret">8 Maret</a> <a title="1942" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1942">1942</a> Pekanbaru dikepalai oleh seorang <a title="Gubernur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">Gubernur</a> <a title="Militer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Militer">Militer</a> yang disebut <a title="Gokung (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gokung&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gokung</a>. Dan setelah <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> merdeka berdasarkan ketetapan <a title="Gubernur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur">Gubernur</a> <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> di <a title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a> tanggal <a title="17 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Mei">17 Mei</a> <a title="1946" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1946">1946</a> No.103 Pekanbaru dijadikan sebagai daerah otonom yang disebut Haminte atau kota b. Setelah itu berdasarkan UU No.22 tahun 1948 Kabupaten Pekanbaru diganti menjadi <a title="Kabupaten Kampar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kampar">Kabupaten Kampar</a> dan Kota Pekanbaru diberikan status kota kecil dan status kota kecil ini semakin disempurnakan dengan keluarnya UU No.8 tahun 1956. Kemudian status Kota Pekanbaru dinaikkan dari kota kecil menjadi kota praja setelah keluarnya UU No.1 tahun 1957. Dan berdasarkan Kepmendagri No. Desember 52/I/44-25 tanggal <a title="20 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/20_Januari">20 Januari</a> <a title="1959" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1959">1959</a> Kota Pekanbaru resmi menjadi ibukota Provinsi <a title="Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riau">Riau</a>.</p>
<h2><span style="color:#000000;"><strong>*PEKAN BARU</strong></span></h2>
<p><strong>Kota Pekanbaru</strong> adalah <a title="Ibukota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibukota">ibukota</a> dari <a title="Provinsi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Provinsi">Provinsi</a> <a title="Riau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riau">Riau</a>, <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>. Pekanbaru mempunyai Pelabuhan <a title="Pelita Pantai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelita_Pantai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pelita Pantai</a> dan <a title="Pelabuhan Laut Sungai Duku (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelabuhan_Laut_Sungai_Duku&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pelabuhan Laut Sungai Duku</a> dan <a title="Bandara Sultan Syarif Kasim II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandara_Sultan_Syarif_Kasim_II">Bandara Sultan Syarif Kasim II</a>.</p>
<p>Menurut <a title="http://www.datastatistik-indonesia.com" rel="nofollow" href="http://www.datastatistik-indonesia.com/">data statistik Indonesia</a>, Pekanbaru memiliki jumlah penduduk sekitar 754 ribu jiwa. Populasi Pekanbaru pada saat ini berada di peringkat keempat di <a title="Sumatera" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatera">Sumatera</a> (setelah <a title="Medan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Medan">Medan</a>, <a title="Palembang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palembang">Palembang</a>, dan <a title="Bandar Lampung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Lampung">Bandar Lampung</a>). Banyak pihak menduga, PDRB Kota Pekanbaru didongkrak oleh sektor migas.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-56" title="Tanki Minyak Mentah Riau" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/tanki-minyak-mentah-riau.jpg?w=188&#038;h=300" alt="Tanki Minyak Mentah Riau" width="188" height="300" /></p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-57" title="Tanki" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/tanki.jpg?w=205&#038;h=300" alt="Tanki" width="205" height="300" /></p>
<p>Pekanbaru mendapat predikat kota besar terbersih urutan pertama versi<a title="ADIPURA (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=ADIPURA&amp;action=edit&amp;redlink=1"> ADIPURA</a> selama lima tahun berturut-turut (2005 &#8211; 2009) dan beberapa kategori predikat Terbersih lainnya.</p>
<p>Pekanbaru memiliki bandar udara yang bernama <a title="Sultan Syarif Kasim II (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Syarif_Kasim_II&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Syarif Kasim II</a>. <a title="Bandar Udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandar_Udara">Bandar Udara</a> <a title="Sultan Syarif Kasim II (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Syarif_Kasim_II&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Syarif Kasim II</a> merupakan bandar udara tersibuk ke-enam di Pulau Sumatra setelah bandara-bandara tetangga lainnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari situs <a title="Angkasa Pura II" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angkasa_Pura_II">Angkasa Pura II</a> pada tahun 2008 penumpang yang melalui bandara ini mencapai angka up to 1,5 juta penumpang.</p>
<h2>*Tempat-tempat menarik di pekanbaru</h2>
<ul>
<li><a title="Mesjid Raya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesjid_Raya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mesjid Raya</a> dan <a title="Makam Marhum Bukit (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makam_Marhum_Bukit&amp;action=edit&amp;redlink=1">Makam Marhum Bukit</a> serta <a title="Makam Marhum Pekan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Makam_Marhum_Pekan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Makam Marhum Pekan</a>. Mesjid Raya Pekanbaru terletak di <a title="Kecamatan Senapelan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Senapelan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Senapelan</a> memiliki arsitektur <a title="Tradisional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tradisional">tradisional</a> yang menarik dan merupakan <a title="Mesjid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesjid">mesjid</a> tertua di Kota Pekanbaru. Mesjid ini dibangun pada abad 18 dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di <a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota">kota</a> ini pada masa pemerintahan <a title="Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abdul_Jalil_Muazzam_Syah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah</a> dan <a title="Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Muhammad_Ali_Abdul_Jalil_Muazzam_Syah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah</a> sebagai <a title="Sultan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan">sultan</a> keempat dan kelima dari <a title="Kerajaan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan">Kerajaan</a> <a title="Siak Sri Indrapura" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siak_Sri_Indrapura">Siak Sri Indrapura</a>. Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar <a title="Zakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zakat">zakat</a> atau <a title="Nazar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nazar">nazar</a> yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru. Marhum Bukit adalah <a title="Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sultan_Abdul_Jalil_Alamuddin_Syah&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah</a> (Sultan Siak ke-4) memerintah tahun <a title="1766" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1766">1766</a> – <a title="1780" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1780">1780</a>, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun <a title="1775" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1775">1775</a> memindahkan ibukota kerajaan dari <a title="Mempura Siak (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mempura_Siak&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mempura Siak</a> ke <a title="Senapelan (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Senapelan&amp;action=edit&amp;redlink=1">Senapelan</a> dan beliau mangkat tahun <a title="1780" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1780">1780</a>.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-50" title="Masjid Raya Pekanbaru" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/masjid-raya-pekanbaru.jpg?w=300&#038;h=221" alt="Masjid Raya Pekanbaru" width="300" height="221" /></p>
<ul>
<li><a title="Balai Adat Riau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Balai_Adat_Riau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Balai Adat Riau</a> terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru. Dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau. Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal <a title="Gurindam Dua Belas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gurindam_Dua_Belas&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gurindam Dua Belas</a> karya <a title="Raja Ali Haji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Raja_Ali_Haji">Raja Ali Haji</a>. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1 &#8211; 4, sedangkan pasal 5 – 12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-51" title="Balai Adat Riau" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/balai-adat-riau.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Balai Adat Riau" width="300" height="225" /></p>
<ul>
<li><a title="Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Taman_Rekreasi_Danau_Buatan_Lembah_Sari&amp;action=edit&amp;redlink=1">Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari</a> berlokasi di Kecamatan <a title="Rumbai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumbai">Rumbai</a> Pekanbaru. Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 <a title="Kilometer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kilometer">kilometer</a> dari kota Pekanbaru.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-52" title="danau-buatan Rumbai" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/danau-buatan-rumbai.jpg?w=300&#038;h=99" alt="danau-buatan Rumbai" width="300" height="99" /></p>
<ul>
<li><a title="Kolam Pancing Alam Mayang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kolam_Pancing_Alam_Mayang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kolam Pancing Alam Mayang</a> berlokasi di Jl. <a title="H. Imam Munandar (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=H._Imam_Munandar&amp;action=edit&amp;redlink=1">H. Imam Munandar</a>, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan <a title="Bukit Raya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukit_Raya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bukit Raya</a>. <a title="Alam Mayang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Alam_Mayang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Alam Mayang</a> nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan <a title="Tangkerang Timur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tangkerang_Timur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Tangkerang Timur</a>, Kecamatan <a title="Bukit Raya (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bukit_Raya&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bukit Raya</a>, Pekanbaru. Tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan <a title="Gurami (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gurami&amp;action=edit&amp;redlink=1">gurami</a>, <a title="Lemak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lemak">lemak</a>, <a title="Nila" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nila">nila</a> dan <a title="Sepat siam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sepat_siam">sepat siam</a>.</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Museum Sang Nila Utama (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Museum_Sang_Nila_Utama&amp;action=edit&amp;redlink=1">Museum Sang Nila Utama</a> terletak di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda seni, budaya dan bersejarah propinsi Riau. Tidak jauh dari dari museum ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yaitu <a title="Gedung Taman Budaya Riau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gedung_Taman_Budaya_Riau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Gedung Taman Budaya Riau</a>, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-49" title="Museum Sang Nila Utama" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/museum-sang-nila-utama.jpg?w=468" alt="Museum Sang Nila Utama"   />.</p>
<ul>
<li><a title="Dekranasda Riau (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dekranasda_Riau&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dekranasda Riau</a>, terletak di ujung jalan Sisimangaraja, merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru. Segala macam aksesories dapat dijumpai seperti busana melayu, <a title="Batik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik">batik</a> Riau, kain tenun dan songket, berbagai kerajinan kayu dan lain-lain.</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Mesjid Agung An-Nur (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesjid_Agung_An-Nur&amp;action=edit&amp;redlink=1">Mesjid Agung An-Nur</a> merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi taman yang indah dan luas.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-48" title="Masjid Agung Annur Pekanbaru" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/masjid-agung-annur-pekanbaru.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Masjid Agung Annur Pekanbaru" width="300" height="225" /></p>
<ul>
<li>Di kota Pekanbaru terdapat Padang Golf yang tersebar dibeberapa tempat, antara lain :
<ol>
<li><a title="Pekanbaru Golf Course Country Club (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pekanbaru_Golf_Course_Country_Club&amp;action=edit&amp;redlink=1">Pekanbaru Golf Course Country Club</a>, di <a title="Kubang (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kubang&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kubang</a>, <a title="Kulim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kulim">Kulim</a>,</li>
<li><a title="Simpang Tiga Golf Course (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Simpang_Tiga_Golf_Course&amp;action=edit&amp;redlink=1">Simpang Tiga Golf Course</a>, di Komplek <a title="AURI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/AURI">AURI</a>,</li>
<li><a title="Rumbai Golf Course (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumbai_Golf_Course&amp;action=edit&amp;redlink=1">Rumbai Golf Course</a>, di komplek IKSORA <a title="Rumbai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumbai">Rumbai</a>,</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ul>
<li><a title="Bandar Seni Raja Ali Haji (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bandar_Seni_Raja_Ali_Haji&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bandar Seni Raja Ali Haji</a> (<a title="Bandar Serai (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bandar_Serai&amp;action=edit&amp;redlink=1">Bandar Serai</a>) berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tidak jauh dari kawasan bandar udara Sultan Syarif Kasim II (SSK II). Tempat dibangun untuk penyelenggaraan <a title="MTQ Nasional ke XVII (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=MTQ_Nasional_ke_XVII&amp;action=edit&amp;redlink=1">MTQ Nasional ke XVII</a>, tahun <a title="1994" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1994">1994</a> yang lalu. Pada tahun <a title="2007" href="http://id.wikipedia.org/wiki/2007">2007</a> disini dilaksanakan pergelaran <a title="FFI" href="http://id.wikipedia.org/wiki/FFI">FFI</a> yang bertempat di pentas seni <a title="Idrus Tintin (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Idrus_Tintin&amp;action=edit&amp;redlink=1">Idrus Tintin</a>.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-53" title="Bandar Serai Pekanbaru-Riau" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/bandar-serai-pekanbaru-riau.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bandar Serai Pekanbaru-Riau" width="300" height="225" /></p>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">Jembatan Sultanah Latifah Siak</span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="color:#000000;"> </span></span>Panjang jembatan ini mencapai 1,2 Kilometer dengan ketinggian kira-kra 23 Meter dari paras air Sungai Siak, <span style="font-weight:bold;">Jembatan Sultanah Latifah Siak</span> dibangun transportasi Siak-Pekanbaru jadi lancar, kita tidak perlu lagi menggunakan rakit penyebrangan atau melintasi sungai jika ingin melihat <a href="http://riaudailyphoto.blogspot.com/2008/07/original-siak-castles-color_28.html"><span style="font-weight:bold;">Istana Siak</span></a>.</li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-54" title="jembatan-siak-sultanah-latifah" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/jembatan-siak-sultanah-latifah.jpg?w=468" alt="jembatan-siak-sultanah-latifah"   /><img class="size-medium wp-image-58 alignnone" title="Jembatan Siak" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/jembatan-siak.jpg?w=246&#038;h=281" alt="Jembatan Siak" width="246" height="281" /></p>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><strong><span style="color:#0000ff;"><a title="Permanent Link to Monumen Lokomotif Pekanbaru" rel="bookmark" href="http://pekanbaru-riau.blogspot.com/2008/04/monumen-lokomotif-pekanbaru.html">Monumen Lokomotif Pekanbaru</a> </span></strong> </span><span style="font-weight:bold;">Momumen Lokomotif </span><span style="font-weight:bold;">Pekanbaru</span> terletak di Marpoyan,  Simpang Tiga Pekanbaru. Lokasi salah satu monumen bersejarah kota Pekanbaru ini kini dikelilingi kuburan karena letaknya satu  halaman,  Dibalik itu semua pembuatan rel untuk <span style="font-weight:bold;">lokomotif </span>tua ini memakan banyak korban pada masa penajajahan. Terncatat <span style="font-weight:bold;">lokotif </span>ini hanya beroperasi sekali seumur hidupnya terhenti dan menjadi bangkai dan sekarang jadilah ia salah satu trade mark <span style="font-weight:bold;"><a href="http://www.pekanbaru-riau.blogspot.com/search/label/Wisata">wisata Pekanbaru</a>.</span></li>
</ul>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-55" title="Monument lokomotif Pekanbaru" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/monument-lokomotif-pekanbaru.jpg?w=300&#038;h=114" alt="Monument lokomotif Pekanbaru" width="300" height="114" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anatadinar.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anatadinar.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=47&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anatadinar.wordpress.com/2009/06/05/pekan-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7b9d2195bd88d756f2473757ee1784?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gw_ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/tanki-minyak-mentah-riau.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Tanki Minyak Mentah Riau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/tanki.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/masjid-raya-pekanbaru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid Raya Pekanbaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/balai-adat-riau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Balai Adat Riau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/danau-buatan-rumbai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">danau-buatan Rumbai</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/museum-sang-nila-utama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Museum Sang Nila Utama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/masjid-agung-annur-pekanbaru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid Agung Annur Pekanbaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/bandar-serai-pekanbaru-riau.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bandar Serai Pekanbaru-Riau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/jembatan-siak-sultanah-latifah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jembatan-siak-sultanah-latifah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/jembatan-siak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Jembatan Siak</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2009/06/monument-lokomotif-pekanbaru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Monument lokomotif Pekanbaru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PuLau BinTaN..</title>
		<link>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/21/pulau-bintan/</link>
		<comments>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/21/pulau-bintan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 14:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gw_ende</dc:creator>
				<category><![CDATA[ende]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anatadinar.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211;[if !mso]&#62; &#60;! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&#62; Pulau Bintan yang luasnya sekitar 935 km2 terletak di pertemuan selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau yang setara dengan dua kali Pulau Batam dihuni oleh sekitar 274,185 (sensus Depdagri tahun 2004). Karena letaknya yang berada diperlintasan perdagangan Sriwijaya-Cina dan Cina-India telah lama dicatat dalam tulisan sejarah pelaut dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=36&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-44" title="activities_map2" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/activities_map2.jpg?w=438&#038;h=205" alt="" width="438" height="205" /></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->&lt;!&#8211;[if !mso]&gt;<span class="mceItemObject"></span> &lt;!  st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &#8211;&gt;</p>
<p><!--[endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pulau Bintan yang luasnya sekitar 935 km2 terletak di pertemuan selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau yang setara dengan dua kali Pulau Batam dihuni oleh sekitar 274,185 (sensus Depdagri tahun 2004). Karena letaknya yang berada diperlintasan perdagangan Sriwijaya-Cina dan Cina-India telah lama dicatat dalam tulisan sejarah pelaut dan pedagang Cina sebagai tempat perlindungan para bajak laut. Bahkan petualang Arab Ibnu Batuta menulis di abad ke13 tentang Pulau Bintan: ”Di sana terdapat pulau-pulau kecil tempat dari mana bajak-bajak laut hitam bersenjata dengan panah-panah beracun merampas kapal-kapal perang bersenjata; mereka menahan orang-orang tapi tidak memperbudaknya”.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/pancung.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-38" title="pancung" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/pancung.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p class="MsoNormal">Kedekatan perhubungan dengan negara tetangga khususnya dengan Singapura juga sangat mempengaruhi perilaku bisnis di Bintan. Seperti halnya dengan daerah-daerah lainnya di Kepulauan Riau, di Bintan sebutan mata uang dollar bermakna Dollar Singapura. Disukai atau tidak, banyak tarif hotel di Bintan bahkan secara terang-terangan menggunakan tarif dollar Singapura meskipun tentu saja tamu dapat membayar dengan rupiah dengan menggunakan kurs yang ditentukan hotel. Oleh karenannya, di sekitar pelabuhan di Tanjungpinang sangat mudah dijumpai money changer dan umumnya mata uang asing yang utama ditukarkan adalah dollar Singapura dan Ringgit Malaysia.</p>
<p>Sifat sebagai daerah persinggahan ini sangat mendukung usaha penginapan dan makanan. Di Tanjungpinang misalnya, sangat mudah menemui tempat-tempat makan di lapangan terbuka yang biasanya disebut Akau yang biasanya buka mulai jam 6 sore hingga jam 12 malam. Beberapa yang terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan hingga saat ini adalah, <strong><span style="color:#0000ff;">Akau di Jalan Potong Lembu</span></strong> dan di <strong><span style="color:#3366ff;">Jl. Tugu Pahlawan</span></strong> atau yang populer disebut <strong><span style="color:#3366ff;">Meja Tujuh</span></strong>. Menu yang umum dijual di Akau sangat bervariasi, mulai dari masakan Padang, soto, chinese food dan sea food. Namun salah satu menu yang benar-benar khas Bintan adalah sejenis siput laut dengan kulit tebal yang disebut gonggong. Wisatawan harusnya jangan meninggalkan Bintan sebelum mencicipi gonggong. Menu ikan bakar di Akau-akau sekitar Bintan juga mempunyai bumbu yang sangat khas. Cobalah memesan Ikan Lebam bakar yang berukuran telapak tangan, dan anda akan merasakan betapa khasnya rasa ikan bakar bumbu Bintan. Tapi jangan tergiur ukuran Ikan Lebam yang besar karena semakin besar ukurannya biasanya semakin keras dagingnya. Selain itu tentu saja anda juga bisa memesan sotong bakar atau Ikan Kerapu rasa asam pedas yang juga sangat populer untuk wisatawan asing.<a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/trikora1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-39" title="trikora1" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/trikora1.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Kalau siang panas terik menyengat kulit anda, singgahlah di sebarang kedai kopi yang sangat mudah dijumpai di Tanjungpinang, Tanjung Uban maupun Kijang. Mungking Bintan adalah salah satu pulau yang paling mudah menemukan kedai kopi. Kedai kopi di Bintan bukan hanya sekedar tempat menikmati secangkir <strong><span style="color:#ff6600;">Kopi O</span></strong> (sebutan untuk kopi manis tanpa susu) dan <strong><span style="color:#ff6600;">Teh O</span></strong> (sebutan untuk teh manis tanpa susu) atau minuman lainnya. Bagi masyarakat Pulau Bintan, termasuk para petingginya, kedai kopi adalah tempat pertemuan yang paling disukai dan umum. Bahkan banyak pejabat termasuk walikota Tanjung Pinang mengakui sering berkunjung ke kedai Kopi selain untuk bersantai juga untuk menyerap informasi yang apa adanya dari masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/syakera.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-40" title="syakera" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/syakera.jpg?w=418&#038;h=220" alt="" width="418" height="220" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anatadinar.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anatadinar.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=36&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/21/pulau-bintan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7b9d2195bd88d756f2473757ee1784?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gw_ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/activities_map2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">activities_map2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/pancung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pancung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/trikora1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">trikora1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/syakera.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">syakera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Sambu, Kota Tua Yang Berusia Lebih 100 Tahun</title>
		<link>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/pulau-sambu-kota-tua-yang-berusia-lebih-100-tahun/</link>
		<comments>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/pulau-sambu-kota-tua-yang-berusia-lebih-100-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 17:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gw_ende</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anatadinar.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang belum pernah datang ke Kota Batam, saya akan sajikan beberapa foto bergambar atas lokasi-lokasi yang layak Anda kunjungi selama berada di Pulau Batam. Anda mungkin sering membaca atau mendengar nama Terminal Minyak Pulau Sambu. Bagi Anda yang belum tahu, terminal minyak pertamina di Provinsi Kepri ini terletak di Pulau Belakangpadang, kota bekas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=26&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/p-sambu1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-30" title="p-sambu1" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/p-sambu1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><!--[if !mso]&gt;--> <!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]-->B<strong><span style="color:#999999;">agi</span></strong><span style="color:#999999;"> Anda yang belum pernah datang ke Kota Batam, saya ak</span><span style="color:#999999;">an sajikan beberapa foto bergambar atas lokasi-lokasi yang layak Anda kunjungi selama berada di Pulau Batam. Anda mungkin sering membaca atau mendengar nama Terminal </span><span style="color:#999999;">Minyak Pulau Sambu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#999999;">Bagi Anda yang belum tahu, terminal minyak pertamina di Provinsi Kepri ini terletak di Pulau Belakangpadang, kota bekas kecamatan di Kabupaten Kepulauan Riau, yang kini menjadi bagian dari wilayah administrasi Pemerintah Kota Batam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="color:#999999;">Pada tanggal 16 Agustus 2008 lalu, usia terminal ini 111 tahun, sejak didirikan pada tanggal 16 Agustus 1897. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#999999;">Terminal ini, lebih dulu berdiri daripada Kota Batam, Kota tujuan investasi, ekonomi, perdagangan, alihkapal dan jasa di bagian barat pulau Sumatera.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#999999;">Dikawasan terminal minyak pulau Sambu, Anda tidak hanya menjumpai Tanki berisi BBM. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--><span style="color:#999999;">Disana, Anda juga bisa menyaksikan beberapa gedung tua yang di bangun PT PERTAMINA, seperti Menara Selamat Datang yang diperindah dengan pernak-pernik Kuda Laut, Kantor Pos Indonesia, Bioskop Sambu Ria, Wisma Sambu, Gedung RS Pertamina, dan juga prasasti telapak tangan para manager operasi terminal minyak Pulau Sambu, sesuai tahun mereka bekerja dan me</span><span style="color:#999999;">ndiami kawasan tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#999999;">Menjelang matahari tenggelam, di pulau yang dapat ditempuh dalam 20 menit dari pelabuhan internasional Sekupang-Batam ini, Anda bisa menyaksikan keindahan SUNSET Perairan </span><span style="color:#999999;">Selat Malaka dari bibir pantai Sambu </span><span style="color:#999999;">nan menawa</span><span style="color:#999999;">n dan bersih. <strong>(*)</strong></span><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/gedung-tua1.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-28" title="gedung-tua1" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/gedung-tua1.jpg?w=468" alt=""   /></a><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/instalasi-psambu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-31" title="instalasi-psambu" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/instalasi-psambu.jpg?w=128&#038;h=96" alt="" width="128" height="96" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anatadinar.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anatadinar.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=26&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/pulau-sambu-kota-tua-yang-berusia-lebih-100-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7b9d2195bd88d756f2473757ee1784?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gw_ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/p-sambu1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">p-sambu1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/gedung-tua1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gedung-tua1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/instalasi-psambu.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">instalasi-psambu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>:-))</title>
		<link>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/19/</link>
		<comments>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/19/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 17:23:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gw_ende</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anatadinar.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi,,,,,,,,,,,<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=19&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<address><a href="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/psambu-btm.jpg"><img class="size-medium wp-image-20 alignleft" title="psambu-btm" src="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/psambu-btm.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></address>
<address><span style="color:#0000ff;">Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah </span></address>
<address><span style="color:#0000ff;">ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu,</span></address>
<address><span style="color:#0000ff;"> hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjad</span><span style="color:#0000ff;">i tidak berarti </span></address>
<address><span style="color:#0000ff;">dan kamu harus membiarkannya pergi,,,,,,,,,,,</span></address>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anatadinar.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anatadinar.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anatadinar.wordpress.com&amp;blog=4839246&amp;post=19&amp;subd=anatadinar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anatadinar.wordpress.com/2008/09/20/19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec7b9d2195bd88d756f2473757ee1784?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gw_ende</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anatadinar.files.wordpress.com/2008/09/psambu-btm.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">psambu-btm</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
