PuLau BinTaN..


<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>

Pulau Bintan yang luasnya sekitar 935 km2 terletak di pertemuan selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pulau yang setara dengan dua kali Pulau Batam dihuni oleh sekitar 274,185 (sensus Depdagri tahun 2004). Karena letaknya yang berada diperlintasan perdagangan Sriwijaya-Cina dan Cina-India telah lama dicatat dalam tulisan sejarah pelaut dan pedagang Cina sebagai tempat perlindungan para bajak laut. Bahkan petualang Arab Ibnu Batuta menulis di abad ke13 tentang Pulau Bintan: ”Di sana terdapat pulau-pulau kecil tempat dari mana bajak-bajak laut hitam bersenjata dengan panah-panah beracun merampas kapal-kapal perang bersenjata; mereka menahan orang-orang tapi tidak memperbudaknya”.

Kedekatan perhubungan dengan negara tetangga khususnya dengan Singapura juga sangat mempengaruhi perilaku bisnis di Bintan. Seperti halnya dengan daerah-daerah lainnya di Kepulauan Riau, di Bintan sebutan mata uang dollar bermakna Dollar Singapura. Disukai atau tidak, banyak tarif hotel di Bintan bahkan secara terang-terangan menggunakan tarif dollar Singapura meskipun tentu saja tamu dapat membayar dengan rupiah dengan menggunakan kurs yang ditentukan hotel. Oleh karenannya, di sekitar pelabuhan di Tanjungpinang sangat mudah dijumpai money changer dan umumnya mata uang asing yang utama ditukarkan adalah dollar Singapura dan Ringgit Malaysia.

Sifat sebagai daerah persinggahan ini sangat mendukung usaha penginapan dan makanan. Di Tanjungpinang misalnya, sangat mudah menemui tempat-tempat makan di lapangan terbuka yang biasanya disebut Akau yang biasanya buka mulai jam 6 sore hingga jam 12 malam. Beberapa yang terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan hingga saat ini adalah, Akau di Jalan Potong Lembu dan di Jl. Tugu Pahlawan atau yang populer disebut Meja Tujuh. Menu yang umum dijual di Akau sangat bervariasi, mulai dari masakan Padang, soto, chinese food dan sea food. Namun salah satu menu yang benar-benar khas Bintan adalah sejenis siput laut dengan kulit tebal yang disebut gonggong. Wisatawan harusnya jangan meninggalkan Bintan sebelum mencicipi gonggong. Menu ikan bakar di Akau-akau sekitar Bintan juga mempunyai bumbu yang sangat khas. Cobalah memesan Ikan Lebam bakar yang berukuran telapak tangan, dan anda akan merasakan betapa khasnya rasa ikan bakar bumbu Bintan. Tapi jangan tergiur ukuran Ikan Lebam yang besar karena semakin besar ukurannya biasanya semakin keras dagingnya. Selain itu tentu saja anda juga bisa memesan sotong bakar atau Ikan Kerapu rasa asam pedas yang juga sangat populer untuk wisatawan asing.

Kalau siang panas terik menyengat kulit anda, singgahlah di sebarang kedai kopi yang sangat mudah dijumpai di Tanjungpinang, Tanjung Uban maupun Kijang. Mungking Bintan adalah salah satu pulau yang paling mudah menemukan kedai kopi. Kedai kopi di Bintan bukan hanya sekedar tempat menikmati secangkir Kopi O (sebutan untuk kopi manis tanpa susu) dan Teh O (sebutan untuk teh manis tanpa susu) atau minuman lainnya. Bagi masyarakat Pulau Bintan, termasuk para petingginya, kedai kopi adalah tempat pertemuan yang paling disukai dan umum. Bahkan banyak pejabat termasuk walikota Tanjung Pinang mengakui sering berkunjung ke kedai Kopi selain untuk bersantai juga untuk menyerap informasi yang apa adanya dari masyarakat.

Iklan

2 Tanggapan

  1. bintan pulau kenangan yang tidak terlupakan seumur hidupku….

  2. Amin… Sama gan ..
    tuh pulau banyak kenangan dn sangat kebetulan saya saat itu ada kerjaan di sana .
    indahnya pulau tersebut, membuat saya menulis di Blog ini..
    thanks for coment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: